Semesta
Yo, selamat malam
kamu.
Aku sengaja menulis
cukup malam untuk waktu istirahat yang kamu idam-idamkan setelah Lelah pada keseharian
yang mungkin masih monoton.
Aku juga ingin kembali
menanyakan kabarmu, apakah kamu baik-baik saja? Apakah kamu sudah menerima yang
baik-baik saja? Ah semoga begitu.
Ya, aku menjeda beberapa
waktu untuk part ini. Sejujurnya aku seperti membutuhkan sesuatu yang bahkan
aku tidak tahu apa.
Seseorang yang
mengerti bahwa aku adalah lelaki yang hanya berbicara tentang masa yang
menunggu. Tentang bacaan temukan saya yang tak pernah aku ubah selama setahun
belakangan.
Aku merasa mulai
menemukan diriku kembali belakangan, entah karena kamu adalah seorang yang
ulung dalam menciptakan suasana yang baik bagiku atau hanya aku yang bermain
dengan pemikiranku sendiri berharap bahwa kamu ada di sana dan aku adalah orang
yang menjadi bintang pada panggung drama.
Setidaknya malam ini kita
tak tengah berteman dengan rintik yang menyebalkan. Sebab, aku marasa hangat dengan
kata-kata yang menjadikan langit seperti memiliki 2 tuan.
Ah, apakah kamu masih
bersuka cita dengan perayaan para pengajar kemarin? Aku ingin mengetahui apa
arti guru dari diri kamu sendiri.
Apakah kamu ingin
menjadi ingarso sung tulodo yang menjadikan kamu tokoh utama dalam batalion
murid yang menanti ilmu milikmu.
Apakah kamu ingin
menjadi ingarsa mangun karso yang menjadikan kamu seorang guru yang baik yang
tak akan pernah berdiam sedikitpun dalam menyemangati mereka dan berada di
sisinya.
Atau kamu ingin
menjadi tut wuri handayani? Yang menjadikan kamu sebagai seorang support system
terbaik yang pernah ada. Mengerti butir demi butir pemikiran murid-muridmu dan
menjadikan sebuah biji yang tadinya menjadi kecambah berubah menjadi akar yang
kuat dan bergerak membentuk pohon yang kokoh dan menunggu bertunas dengan
sempurna dan melahirkan buah atau bunga yang begitu menggoda dan indah.
Ah kamu pasti tahu
bahwa aku tak mencoba untuk memberikan apapun sekarang,
Aku hanya ingin
bercerita tentang petuah Ki Hajar
Dewantara yang menjadikan kita hidup dalam dunia pemikiran ini. Aku juga tahu
bahwa lelaki sepertiku tidak mungkin bisa berada dengan baik di sampingmu atau
menjadikan kamu Support System milikku sendiri. Sebab---
O iya, apakah kamu tahu
tentang filosofi bayangan?
Ia akan begitu jelas
terlihat Ketika cahaya yang menyinarimu begitu terang namun akan lenyap jika tak
ada satupun cahaya yang ingin bertamu dengan tubuhmu.
Sejujurnya aku
berfikir sebaliknya, bagaimana jika seorang bayangan tetap berpijak pada kaki milikmu.
Tetap menemanimu dan
ingin menunjukkan eksistensinya dalam kegelapan sekalipun. Dimana ia hangus di
telan malam yang menjadikannya seorang penunggu yang menderita. Sebab sebesar
apapun usaha miliknya tak akan pernah terlihat oleh kamu yang tak memiliki
cahaya.
Ah, sederhananya.
Mungkin seseorang yang
menjadikan kamu sempurna adalah orang yang tak pernah berada di dekatmu
sekalipun. Sebab dia sudah menjadi kamu, terbenam dalam-dalam di dirimu dan
kamu tak akan pernah tahu. Sebab ia hanya berbicara dengan semesta, dengan para
malaikat yang tersenyum pada doa-doa malamnya.
Dengan para
langit-langit yang berlapis membuka dirinya lebar-lebar agar pembicaraan
miliknya sampai pada pemilik dunia dan surga. Berusaha menyembunyikan namamu dengan
baik agar malaikat-malaikat lain tak menjadi seorang yang iri dan mengepakan
sayapnya dengan kesal ke bumi kita.
Menjadikan awan berlari
ke sana kemari dan membuatmu resah dengan cuaca, ia hanya berkata dengan lembut
tak dengan nada yang begitu besar.
Ah, aku malah menjadikan
part ini sama seperti part-part sebelumnya.
Sejujurnya aku tak
tahu jika aku bisa membuat puisi dengan baik sampai aku membuatnya.
Dan semoga pada part
kali ini juga kamu menikmati tulisanku dengan baik dan menyukainya.
Jika malam menjadikan bintang
adalah sebuah lautan.
Mungkin bulan sudah
menjadi bumi dari para makluk-makluk yang mengawasi mereka.
Mungkin juga icarus
pada inti matahari menatapmu dengan baik esok, lusa, atau kapanpun.
Selamat malam kamu,
Semoga kamu menerima
yang baik-baik saja.
Someone(2022)
Komentar
Posting Komentar
Silahkan sampaikan pesan dan kesan