Pembicaraan
Selamat Sore,
Rasanya agak aneh ya
berbicara dengan tulisan seperti ini
Topik yang dimulai
juga kadang serasa absurd dan ambigu tapi tetap saja semua tulisan ini hanya
aku buat untuk kamu yang mungkin tengah sibuk dengan duniamu.
Aku menyukai obrolan-obrolan
ringan diantara kita, jujur saja obrolan yang kemarin kita lakukan juga masih
aku baca sepanjang hari ini.
Ah, aku berfikir kapan
lagi aku bisa berbicara banyak hal denganmu
Kamu yang Kembali meluangkan
waktu untuk membalas pesan milikku dan sempat berbicara tentang tulisanku. I’m
so excited about that
Meskipun sekarang aku
hanya bisa melihatmu jika kamu memposting dalam status foto terbaru milikmu
atau hanya mampir dalam Instagram milikmu juga. Tapi melihatmu yang begitu cantik
aku rasa semua itu terbayarkan dengan sempurna.
Ah, aku juga masih
bertanya-tanya tentang bagaimana kamu ingin diperlakukan. Jujur saja, tidak ada
clue yang membuatku mampu memahaminya. Apakah kamu Wanita yang suka dengan
perhatian, kabar, atau aku yang membelikanmu sesuatu yang kamu sukai. Aku
berfikir bahwa saat pertama kali bertemu denganmu aku lupa dengan pertanyaan satu
itu
Ya, jika diantaranya
membuatmu senang tentu aku akan berusaha sebaik mungkin. Tapi jika kamu tak
melihat apapun dariku, maka apa yang bisa aku lakukan untuk menutupi hal sepenting
itu.
Ya, aku juga tidak
tampan untuk menjadi nilai lebih, aku juga tidak kaya, atau aku juga tidak seromantis
lelaki yang ada di novel-novel yang biasa kamu baca.
Aku tak mampu
menawarkanmu apapun, diriku? Cinta? Atau apapun yang membuatmu merasa nyaman
berada di dekatku. Aku berfikir aku tak memiliki kesempatan itu sekarang, ya
mungkin tak akan pernah mendapatkannya.
Aku hanya menulis dengan
baik.
Menulis apa yang aku pikirkan
dan hatiku bicarakan. Biarlah mereka akur untuk hal semacam ini, tentang kamu dengan
siapa pada akhirnya …. Aku juga tak mampu menebaknya, mungkin itu akan menjadi epilog
sempurna untuk cerita ini. Tapi aku akan Kembali menuliskan apapun yang aku pikirkan
tentang kamu.
Ah, aku juga ingin
sekali membahas kisah-kisah lama.
Rasanya senang sekali
mengingatnya, karena ia terlahir denganmu sebagai tokoh utama.
Aku juga masih menyimpan
begitu banyak kenangan denganmu.
Sebagai kotak harta
karun imajinasi jika Ketika aku tengah menulis. Sungguh, aku seperti tersetrum
oleh sesuatu juga. Setelah beberapa waktu menghilang dari diksi-diksi kamu Kembali
dan mengingatkanku tentang mereka. Berkata bahwa kamu ingin membaca mereka
semua, tapi aku tak bisa memberikan apapun sebab mereka belum terlahir ke
dunia.
Mereka belum siap kamu
nikmati, mereka ada karena kamu adalah ibunya.
Bagaimana bisa anaknya
terlahir jika sang ayah masih tak bisa menatap mata ibunya dan melihat
senyumannya?
Ya, aku juga mengingat
beberapa kenangan tentang kamu.
Aku yang suka saat
kamu mengirimiku fotomu pada saat apapun itu. Makan, Berkerja, istirahat, atau hal-hal
lainnya.
Aku sangat suka
melihatmu yang begitu cantik berada di sana.
Tanpa sadar mungkin dewa Cupid sudah menembakkanku satu anak panah dari busur cinta miliknya.e
Tepat mengenai hatiku, hingga kini.
Aku masih berfikir bagaimana
cara agar aku memilikimu seutuhnya.
Apakah kamu ingin menjadi
Wanita yang membawakanku secangkir kopi selepas fajar
Atau Wanita yang
kutemani membaca buku selepas Isya.
Wanita yang menjadi
orang yang pertama tersenyum dan menemaniku saat tengah tak memiliki apapun.
Wanita yang menjadi
support system terbaik jika aku tengah Lelah dengan urusan dunia.
Ya, sekarang pun
begitu.
Aku tengah letih dengan
begitu banyak urusan dunia yang mencekik dengan baik.
Tanpa sempat memberiku
sedikit nafas setidaknya berehat atas segala usaha yang telah aku lakukan.
Aku memimpikan kamu di
sana, menjadi piala atas kerja kerasku.
Menjadi alasan untuk aku
Kembali mampu melaksanakan pekerjaan yang sama dan menjadi nahkoda terbaik sepanjang
hidup.
Setidaknya bersamamu
aku akan merasakan Bahagia dalam hidup itu sendiri.
Tak perlu berpura-pura
akan hal apapun,
Tak perlu berambisi
untuk mendapatkan apapun,
Setidaknya kamu sudah
cukup membuatku bersyukur akan apapun.
Tapi aku juga memahami
sesuatu, kamu hanya melihatku sebagai teman dan mungkin tak lebih darinya.
Jadi, sebuah kenangan akan
tetap menjadi kenangan dan tak akan berkembang menjadi apapun.
Sebab aku juga memahami
bahwa cinta tak melulu soal memiliki
Bukan berarti
berbicara tentang happy ending dan sebagainya
Aku hanya menyerahkan
kesempatan pengakhiran itu untukmu, kamu yang akan menjadi epilog pada kisah yang
akan terus berjalan seiring waktu ini.
Aku hanya ingin
mencintaimu sebaik cinta itu sendiri
Aku hanya ingin
merindukanmu sebaik rindu yang terlahir
Aku hanya ingin
menyayangimu sebaik sayang yang terukir
Aku hanya ingin
memilikmu dengan seutuhnya.
Jika berbicara
tentangmu, aku menyukai apapun itu.
Untukmu, yang tengah
menikmati senja
Aku juga tak tahu apakah
kamu membaca tulisan ini, rasanya seperti menunggu keberuntungan.
Aku hanya ingin
berkata, bahwa aku mencintaimu.
Terima kasih ….
Someone(2022)
Komentar
Posting Komentar
Silahkan sampaikan pesan dan kesan