Ingatan
Selamat malam kamu,
Ah, sudah hari ke
sekian ya untuk aku mengucapkannya, tapi bagiku menulis ini seperti
menyampaikan sesuatu yang aku inginkan untukmu.
Aku begitu menyukainya,
karena mereka telah tersampaikan dengan baik kepadamu.
Bagaimana harimu hari
ini? Aku harap tetap menjadi yang baik-baik saja.
Sejujurnya aku terlalu
bersemangat hari ini, karena pada pagi pertama setelah sekian waktu
Kamu Kembali mengucapkan
pagi untukku, serasa pagi milikku yang hilang sebelumnya sudah Kembali pulang.
Kamu tahu, sejujurnya
aku ingin kamu terbiasa mengucapkannya.
Menjadi sebuah api
baru pada bara yang redup yang masih harus berhadapan pada hujan.
Berbicara mengenai
hujan, aku masih menikmati mereka di sini.
Bersama suhu yang
kerap sekali dingin dan masih menyiramiku dengan beberapa kenangan denganmu.
Banyak sekali kisah
yang ingin aku ceritakan padamu, bersamamu sebagai aku adalah tokoh utama di
sana.
Aku harap kamu tak
pernah bosan membaca tulisanku.
Tepat pada hujan yang bertamu
pada kota hujan, aku melihat matamu yang begitu menawan.
Pada bangku pemisah
dan meja bundar berwarna coklat tua.
Aku juga masih
mengingat bahwa bangku yang selain kita duduki sudah di serang oleh segerombol hujan
itu.
Dengan hijab biru
milikmu dan sweater berwarna hitam putih yang kamu kenakan pada hari itu.
Itu adalah waktu kesekian
kalinya aku masih begitu menyukai dirimu, seperti tuhan sengaja menciptakanmu
dengan baik untuk diriku sendiri. Melihatmu berjalan dengan sepatu hitam dan
celana jeans yang kamu lipat keluar, menggenggam jemari tanganmu dan melihat setiap
tempat dengan baik. Dengan orang-orang yang berjalan beriringan atau berlawanan
arah. Kita yang tengah berbicara mengenai apa saja yang kita lihat pada waktu
itu, aku masih ingin mereka tetap berada sempurna dalam ingatanku. Kamu adalah
tokoh utama di sana yang aku sendiri ingin tetap begitu.
Rasanya mengitari
dunia pun aku mampu asal dengan dirimu.
Menciptakan seribu
buku pun aku bisa asal melihatmu
Menelaah seribu senja
pun aku terbiasa asal dengan pelukmu
Aku ingin menghirup
udara yang begitu dingin itu lebih lama, agar mengingatkanku dengan jelas bahwa
kamu ada di sebelah kananku dan mengikuti langkahku
Aku masih ingin lebih
lama lagi Bersama denganmu pada waktu itu, sangat menginginkannya.
Tapi waktu adalah hal
yang tak bisa kita kompromi
Mereka akan terus
berlari tak peduli dengan kita yang masih menikmati hari.
Tapi menjadi lelakimu
dalam sehari adalah sebuah kenangan yang aku sendiri merasa menjadi pria yang
paling sempurna.
Karena ada kamu di
sana, karena ada kamu yang mengisi relung yang kosong.
Ya, aku tahu kamu
sibuk sekarang.
Jujur seharian ini
juga aku menanti pesan darimu.
Rasanya seperti bagaimana
kamu di sana
Apakah menyenangkan
Apakah ada sesuatu
yang bisa kamu beritahu kepadaku
Apakah ada hal yang kamu
keluhkan.
Aku masih menjadi seorang
telinga yang menunggu kamu ceritakan kisah milikmu.
Menjadi orang pertama
yang kamu lihat saat bangun dan orang terakhir yang kamu lihat saat tertidur
adalah sebuah mimpi untukku.
Setidaknya aku akan
bercerita banyak kisah untuk dirimu di sana.
Jaga hatimu yah, aku
tahu jika kamu tidak berkenan memberikannya padaku.
Setidaknya kamu harus
tahu aku adalah orang yang menginginkannya.
Dan menanti mereka kamu
berikan kepada orang yang membuatmu Bahagia.
Aku hanya ingin
menjadi kisah yang bisa kamu baca saat waktu luang,
Menjadi buku yang bisa
kamu simpan pada ruang yang masih luang
Menjadi memori yang kamu
tanam pada otak yang begitu banyak ruang.
Aku hanya ingin kamu
mengingatku.
Dan aku ingin tetap
berkata padamu, “ Aku sangat mencintaimu, Aku sangat merindukanmu, aku sangat
menginginkan hal-hal lama menjadi keseharianku yang sepi.”
Terima kasih ya, Sudah
meluangkan waktu untuk membacanya.
Selamat malam Kembali untukmu
yang jauh di sana.
Someone (2022)aa
Komentar
Posting Komentar
Silahkan sampaikan pesan dan kesan