Guru

 Selamat malam kamu,

Bagaimana hari ini?

Apakah masih bercengkrama dengan kerjaan menumpuk,

Atau sekadar menghirup udara segar barang sehari mengisi paru-paru.

 

Ya, sepertinya aku ingin berbagi kisah tentang kamu kembali hari ini.

Aku merasa bahwa kadang, Wanita itu think about feel.

Dimana sebuah keputusan bisa begitu baik saat ia tengah dalam mood yang bagus

Kadang juga bisa begitu buruk saat ia tengah berjibaku dengan hati.

 

Saat membacanya, aku ingin kamu menatap langit malam ini.

Aku rasa sudah waktunya bagi paman bulan untuk menjaga kita semua.

Ya, aku bisa bercerita tentangmu dengannya.

Sembari menebak-nebak rasi bintang apa yang terbentuk di lautan planet semesta.

 

Lihat,

Dia bertanya perihal Wanita angka lagi.

Hahahaha, mungkin Paman bulan cemburu pada dirimu yang sekarang sudah bisa membaca kisah-kisah tentang kita.

Tapi aku ingin menyampaikan tentangmu pada dirinya lagi.

Ternyata dia orangnya suka mageran.

Mungkin saat ini masih berjibaku dengan layar laptop miliknya dan buku-buku di sisi kanan.

 

Ya, menjadi seorang guru juga tidak serta merta menjadikan kamu mulia.

Tidak mengikut bahwa kamu adalah orang yang andal dalam membina diri sendiri.

Bahkan terkadang sebuah egois juga akan muncul pada anak-anak yang tak terlalu pandai dengan angka yang kamu suguhkan esok hari.

 

Ya, aku juga setuju tentang bakat manusia itu berbeda-beda.

Tapi manusia dengan 10.000 bakat itu mungkin tak akan ada gunanya jika ia tak bisa berhitung.

Ah, aku seperti mengutip kisah yang aku tulis di novel milikku untuk dirimu yang tengah menjadi guru.

 

Ah, Aku ingin mengetahui banyak hal tentangmu.

Berbicara tentang bagaimana caramu memandang diriku.

Bersua tentang apa hal yang kamu sukai di dunia ini

Atau berbicara Love Language yang kamu inginkan.

 

Yang jelas, suatu hal akan akan melahirkan hal-hal baru.

Semoga kamu menerima yang baik-baik saja.

 

Malam.

 

 

Someone(2022)

 

 

Komentar

  1. Perasaan memang tak sederhana seperti satu tambah satu sama dengan dua.
    Bahkan saat disamakan dengan bintang kejora di ufuk barat pun tetap tak terkira
    Sebab rasa bukan rumus matematika yang penuh dengan teorema.

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan sampaikan pesan dan kesan

Postingan Populer