Kamu
untuk kamu yang tengah menikmati malam
bagaimana kabarmu?
apakah harimu sudah menjadi lebih baik dari pada hari-hari yang sempat kau ceritakan padaku.
atau bagaimana dengan lelahmu? ah untuk hal ini pasti siapapun tengah merasakannya.
Tapi aku merasa aneh belakangan
apa ini hanya sebuah alasan yang tercipta dari benakku
atau flasback seketika yang merongrong memori kecil pada otakku
aku hanya mengingatmu sekarang
kamu mungkin tak akan pernah tahu, karena tulisan ini mungkin juga hanya aku yang tahu.
tapi, aku hanya manusia biasa kamu pun demikian.
kita hanya berbicara tentang waktu saja sampai saling melupakan satu sama lain
aku harap, kamu adalah orang yang melupakanku dengan baik sebelum aku
dan mungkin saja saat ini kamu juga sudah tak lagi mengingat apapun tentangku.
jika kamu bertanya aku bagaimana, ah aku akan berbicara dengan lantang
aku masih mengingatnya dengan baik
kamu menggantikan orang yang penting dengan sempurna
dan tangan mungilmu yang tak pernah lepas dari jemari milikku.
iya, aku sudah di tanah kelahiran sekarang pun kau juga demikian.
bertemu dengan orang-orang baru, kesibukan yang baru atau hal-hal yang mengisi hari-harimu
dan jelas sudah tidak ada aku lagi dalam cerita baru milikmu.
aku bukan tokoh utama lagi di sana
semoga tokoh-tokoh yang menemanimu adalah orang yang mampu mewakilkan rasa terima kasihku.
Aku seperti seorang egois yang ingin ini atau itu.
tapi menemanimu adalah sebuah bentuk terima kasih yang hanya itu aku mampu, awalnya begitu.
tapi sungguh, kini aku menginginkan langkah itu lagi.
berada di sisi kananmu, bercerita tentang bagaimana ibu kota atau sekedar mendengar keluh kesah.
aku tak menyadarinya secepat itu, kebodohan yang bahkan aku masih menyesalinya.
bahwa tanpa orang sepertimu aku tak akan mampu apapun.
aku hanya berfokus tentang bagaimana dirimu dan kadang merasa cemburu.
tapi diantara itu semua kau adalah orang yang akan bertanya bagaimana kabarku dan pertanyaan sederhana lainnya.
aku juga masih mengingat dengan baik bagaimana senyum milikmu.
aku juga tahu bahwa sudah telat berkata aku menyukaimu, ingin memilikimu, atau aku mencintaimu.
tapi ketika tanganku menjadi dingin, aku masih mengingat mereka yang mengisi jemarimu.
dan terus begitu sampai aku tahu bahwa aku tak bisa melakukan apapun lagi untuk mengembalikannya
aku tak bisa berkata bahwa aku ingin.
sebab aku masih tak mampu
aku hanya bisa berkata yang terdengar seperti bercanda
tapi setidaknya Jentaka itu adalah isi dari fikiranku yang kerap ingin aku sampaikan setiap detik padamu.
Ya, aku juga tahu kau tak akan pernah membaca ini.
tapi aku hanya berharap yang terbaik untukmu, lelaki manapun itu.
aku juga tahu mungkin ini adalah ekspetasiku tentangmu
tapi jika aku tak jujur tentang diriku sendiri, mungkin aku akan menjadi orang bodoh yang hidup
Ya, aku mencintaimu....
lebih dari sebuah buku yang kamu baca dengan mata berbinar
atau saat aku melihat mata milikmu yang tengah menonton bioskop
atau saat kamu yang tertidur dalam kereta karna kelelahan
atau kamu yang kedinginan karena hujan di tempat wisata
atau karna kamu yang menyukai sebuah lagu dari sountrack film
aku mencintaimu melebihinya
dan semoga kamu sehat-sehat saja
menemui orang yang terbaik untukmu dan menjadikannya sebuah cinta itu sendiri
ya, aku juga tahu bahwa hidup tak semudah novel atau film
tapi aku juga sadar bahwa aku tak mampu merubah apapun dari takdir itu sendiri
setidaknya aku menuliskan sesuatu tentangmu
tentang kau yang tengah berada entah di mana di sebuah tempat
untuk mengingatkan padaku bahwa aku pernah bertemu wanita yang mampu menjadi support sistem yang sangat baik
hahaha, terima kasih ya
makasih sudah berbagi waktu untukku
dan terima kasih juga sudah menyempatkan waktu untuk itu
jika kata mereka kamu bukanlah orang yang baik, aku akan berkata sebaliknya
jika mereka berkata kamu bukan orang yang cantik, aku akan berkata sebaliknya.
Sampai bertemu di malam yang sama.
Aku tak bisa melanjutkan kisah itu lagi sekarang.
sebab, aku hanya ingin kamu bahagia.
Someone(2022)
Komentar
Posting Komentar
Silahkan sampaikan pesan dan kesan